Sinopsis Murphy’s Law of Love episode 10 – part 2 – drakorloverz.com


¬†Sinopsis Murphy’s Law of Love episode 10 – part 2

Mendengarkan Jia Wei dan Zhi Yu saling membicarakan masa lalu mereka, tentu saja membuat Xiao Tong sedih hingga akhirnya dia yang awalnya datang dengan membawa sekantong makanan untuk Jia Wei, langsung memutuskan untuk pergi dengan membawa makanan itu.

Awalnya, Xiao Tong berniat membuang makanan itu. Tapi kemudian dia berubah pikiran karena menurutnya sayang buang-buang makanan.

Xiao Tong akhirnya memutuskan untuk memakannya sendiri saja… tapi saat dia hendak memakannya, dia malah jadi kesal dan akhirnya memutuskan untuk mentraktir dirinya sendiri makan besar.

Saat Jia Wei kembali ke kantor, dia diberitahu kedua temannya kalau Xiao Tong pergi mencarinya ke rumah sakit tadi. Mendengar itu, Jia Wei panik.

Xiao Tong tengah makan dengan sangat lahap seorang diri di sebuah restoran saat Jia Wei tiba-tiba meneleponnya. Jia Wei bertanya Xiao Tong berada dimana sekarang.

Tapi Xiao Tong yang masih kesal dan cemburu, menanggapi pertanyaan Jia Wei dengan sindiran tajam. Jia Wei bisa langsung tahu kalau Xiao Tong sedang makan malam setelah mendengar keberisikan suara-suara di sekitar Xiao Tong.

Beberapa saat kemudian, Jia Wei akhirnya tiba di restoran tempat Xiao Tong makan malam dan langsung menggerutu kesal karena Xiao Tong makan sendirian dan tidak mengajaknya.

Saat itulah, Xiao Tong baru menyadari kalau Jia Wei ternyata belum makan seharian, tidak pula saat dia di rumah sakit bersama Zhi Yu.

“Kukira, kau akan makan malam bersamanya tadi” gumam Xiao Tong.

Mendengar nada kecemburuan dalam cara bicara Xiao Tong, Jia Wei tentu saja langsung tersenyum bahagia. Jia Wei lalu bertanya kenapa Xiao Tong tidak masuk untuk menemuinya kalau tadi dia memang pergi ke rumah sakit.

Sambil menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan mata Jia Wei, Xiao Tong berbohong kalau dia hanya merasa tidak enak pada Zhi Yu karena dia hanya membawa satu kotak makan siang untuk Jia Wei saja.

Tapi saat dia mulai teringat dengan ucapan teman-temannya untuk bersikap lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaannya, Xiao Tong akhirnya mengaku sejujurnya kalau dia memang pergi ke rumah sakit untuk menemui Jia Wei tapi saat melihat Jia Wei sedang asyik ngobrol dengan Zhi Yu, dia akhirnya memutuskan untuk pergi dan makan besar untuk menghibur dirinya sendiri.

Jia Wei tersenyum makin lebar mendengar pengakuan Xiao Tong. Jia Wei lalu meremas pipinya Xiao Tong “Lihatlah dirimu. Kenapa kau selalu menyimpan segalanya seorang diri. Apa aku harus selalu bertanya?”

Melihat caranya ngobrol dengan Zhi Yu maka seharusnya Xiao Tong tahu kalau dia dan Zhi Yu sekarang sudah benar-benar berakhir. Sekarang mereka hanya teman yang tidak akan lagi saling ikut campur dalam kehidupan masing-masing.

“Jangan terlalu dipikirkan. Kita seharusnya lebih banyak menghabiskan waktu berdua untuk saling mengenal lebih baik. Kita harus saling mempercayai. Gadis bodoh, tidak ada gunanya menatapku dengan pandangan mata sok polos ala Polo. Mulai sekarang kau harus memberitahuku tentang perasaanmu, jangan disimpan seorang diri. Dan juga, kau harus memberitahuku segala hal yang kau pikirkan. Dan yang terakhir, jangan makan banyak seorang diri saat kau sedang sedih, mengerti?”

“Iya. Lalu apa kau merasa lebih baik sekarang?”

“Iya setelah melihatmu. Terutama karena kau mulai cemburu padaku”

“Aku tidak cemburu”

“Aku perlu menambahkan satu aturan lagi. Kau tidak boleh menyangkal perasaanmu yang sebenarnya”

Keesokan harinya, Jia Wei kembali ke rumah sakit tapi malah mendapati A Da dan Xiao Ling mengepak barang-barang mereka untuk pindah kamar.

Xiao Ling ingin pindah kamar rawat dari yang tadinya di kamar VIP ke kamar biasa. Xiao Ling berkata kalau semua kamar rawat itu sama saja. Tapi Jia Wei tahu kalau alasan sebenarnya mereka ingin pindah kamar adalah karena masalah biaya.

Jia Wei memutuskan untuk membantu membayari biaya kamar VIP Xiao Ling tapi saat dia hendak membayar, dia malah mendapati kalau biaya kamar termasuk biaya perawatan Xiao Ling sudah dibayar oleh Zhi Yu.

Saat Zhi Yu berusaha mengakrabkan kembali hubungan mereka, Jia Wei tampak jelas tidak nyaman dan langsung mengingatkan Zhi Yu kalau dia adalah tipe orang yang selalu menatap ke depan.

Zhi Yu menjelaskan kalau dia tidak bermaksud mengingatkan Jia Wei dengan masa lalu mereka, dia hanya ingin mereka tetap berteman.

Keesokan harinya, Jia Wei rapat membahas sebuah acara pameran perceraian (ada yah acara pameran perceraian?). Memang acara ini bisa mempromosikan agensi perceraian mereka tapi dia keberatan saat anak buahnya memberitahu kalau dia juga harus ikut datang ke acara ini.

Kedua temannya bisa langsung menduga kalau Jia Wei sebenarnya keberatan karena dia tidak mau berpisah dengan Xiao Tong. Simon meyakinkan Jia Wei untuk tidak cemas karena perpisahan justru bisa membuat rasa cinta semakin tumbuh. Simon sangat yakin setelah Jia Wei pulang dari perjalanan bisnis ini, Xiao Tong pasti akan lebih mencintai Jia Wei.

Jia Wei tengah bekerja di rumah dan Xiao Tong menghabiskan waktunya dengan bermain bersama Polo. Cemburu, Jia Wei langsung berusaha menarik perhatian Xiao Tong dengan sengaja menjatuhkan dokumennya.

“Ada apa?”

“Apa? Kenapa kau bertanya? Kukira kau psikolog. Apa aku harus…”

“Mengatakannya sendiri? Itu kan cuma perjalanan bisnis. Pergi saja, kau tidak perlu mencemaskanku”

“Siapa bilang aku mencemaskanmu? Aku mencemaskan Polo. Dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri dan juga dia tidak bisa ditinggalkan di rumah seorang diri. Seminggu itu bukan waktu yang singkat. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya selama aku pergi?”

Xiao Tong meyakinkannya untuk tidak mencemaskan Polo karena semuanya pasti akan baik-baik saja. Saat Xiao Tong kembali mengalihkan perhatiannya dengan memanjakan Polo, Jia Wei langsung cemburu lagi pada Polo dan langsung berusaha memisahkan Xiao Tong dari Polo dengan menyuruh Xiao Tong mendekat padanya.

Jia Wei tiba-tiba menyuruh Xiao Tong untuk membantunya memegangi kertas dokumen. Xiao Tong protes karena Jia Wei malah menjadikannya penyangga kertas. Jia Wei dengan senyum geli mengklaim kalau tinggi badan Xiao Tong sangat sesuai sebagai penyangga kertasnya.

Xiao Tong menurutinya tapi setelah beberapa saat dia jadi bosan dan langsung menyembunyikan wajahnya dibalik kertas. Jia Wei langsung membenarkan posisi kertasnya dengan alasan membenarkan letak kertasnya agar lebih nyaman dibaca padahal jelas-jelas dia sengaja membenarkan letak kertasnya agar tidak menutupi wajah Xiao Tong.

Lama kelamaan, Xiao Tong mulai menyadari maksud Jia Wei yang sebenarnya. Xiao Tong pun langsung membuang kertas-kertasnya dan menyodorkan wajahnya agar Jia Wei bisa memandanginya sampai puas.

Jia Wei senang. Jia Wei meremas pipi Xiao Tong dengan sayang dan berkata sebaiknya dia tidak usah pergi ke acara itu saja.

Xiao Tong tidak setuju tapi saat dia hendak melepaskan diri, Jia Wei langsung memegangi tangannya… mendekatkan wajah mereka untuk menci~m Xiao Tong… *guk, guk*… Polo tiba-tiba mengganggu kemesraan mereka sampai membuat Jia Wei langsung mempelototinya dengan kesal.

Xiao Tong cepat mengalihkan topik dengan bertanya siapa yang akan merawat Polo selama Jia Wei pergi nanti? Jia Wei berkata bahwa biasanya dia akan menitipkannya pada Shao Qiang tapi sekarang tidak bisa karena Shao Qiang juga akan ikut pergi bersamanya, jadi… Jia Wei langsung menatap Xiao Tong dengan senyum geli lalu bilang kalau Polo akan tinggal di tempat penampungan.

Rencananya sukses menarik belas kasihan Xiao Tong hingga akhirnya Xiao Tong menawarkan diri untuk menjaga Polo. Jia Wei tentu saja langsung menerima tawarannya tapi dia mengharuskan Xiao Tong untuk tinggal di rumah ini dengan alasan kalau Polo tidak bisa tidur di tempat asing.

Jia Wei akhirnya tiba di tempat acara bisnisnya. Tapi disana, dia baru diberitahu kedua temannya kalau rapat bisnis mereka itu sebenarnya akan berlangsung besok. Jia Wei langsung protes kenapa mereka harus datang lebih awal kalau acaranya baru besok?

Jia Wei jelas kesal karena dia harus berpisah lebih awal dengan Xiao Tong tapi kedua temannya mengingatkan Jia Wei bahwa Jia Wei sendiri yang menyetujui penjadwalan ini dan lagi Jia Wei sendiri yang bilang agar mereka selalu datang lebih awal agar mereka bisa mempersiapkan diri terlebih dulu.

Kebetulan, Zhi Yu juga muncul di hotel mereka karena dia juga ada pekerjaan di sana. Simon berusaha mencairkan kecanggungan diantara mereka dengan mengajak Zhi Yu makan siang bersama dia dan Shao Qiang. Simon sengaja tidak mengajak Jia Wei untuk menjauhkan Jia Wei dari Zhi Yu. Tapi Zhi Yu langsung menolak undangan mereka dengan alasan sibuk.

Di rumahnya Jia Wei, Xiao Tong memberikan makan malam untuk Polo lalu melihat-lihat rumah Jia Wei. Di rak buku, Xiao Tong menemukan buku masakan pasta. Wah, ternyata Jia Wei belajar masak pasta karena Xiao Tong pernah bilang kalau dia menyukai pasta.

Jia Wei menghabiskan waktunya di hotel dengan bekerja sendirian. Tapi lama-lama dia jadi bosan dan mulai bertanya-tanya apa yang sedang Xiao Tong lakukan sekarang?

Tepat saat itu juga, Xiao Tong tiba-tiba mengiriminya foto selfienya bersama Polo. Yang paling menarik perhatian Jia Wei dari foto selfie itu adalah Xiao Tong berbaring di kasurnya.

“Bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini?” tanya Xiao Tong.

“Lumayan. Tapi kalau aku tidak bisa tidur di ranjang yang asing maka aku mungkin akan langsung pulang dan melompat ke ranjang yang sedang kau tiduri sekarang”

Xiao Tong langsung bangkit dengan gugup “Kalau kau tidak bisa tidur, bagaimana kalau kau duduk di tepi laut? Polo dan aku ingin sekali duduk di tepi laut sekarang.”

Jia Wei sekarang menyesal karena seharusnya dia membawa Xiao Tong kemari bersamanya. Di rumahnya Jia Wei, Xiao Tong mengeluh pada Polo karena rasanya waktu berlalu dengan sangat lambat tanpa Jia Wei.

 

Jia Wei tiba-tiba meneleponnya dan bertanya apakah Xiao Tong masih berbaring di kasurnya? Xiao Tong langsung turun dari kasurnya Jia Wei dan dengan gugup menjawab tidak.

“Tidak usah segugup itu. Sekarang seluruh rumah itu adalah milikmu, kau boleh melakukan apapun yang kau inginkan. Hei, kukasih tahu yah. Aku bertemu Zhi Yu di hotel tempat aku tinggal. Awalnya aku tidak berniat memberitahumu karena kukira kau mungkin akan cemas dan akan menyimpan kecemasanmu seorang diri. Tapi kita sudah berjanji kalau kita akan saling memberitahu tentang segalanya, iya kan? Kuharap kau tidak cemas”

“Aku… tidak. Aku tidak cemas”

Jia Wei lalu menyuruh Xiao Tong untuk meletakkan tangannya di atas kepalanya. Setelah Xiao Tong menurutinya, Jia Wei lalu menyuruhnya untuk menepuk-nepuk kepalanya dua kali.

Saat Xiao Tong menepuk-nepuk kepalanya sendiri, Jia Wei berkata “Jangan cemas. Aku akan kembali secepat mungkin. Tapi selama aku jauh dari rumah, tolong jaga Guan Xiao Tong untukku”

“Ji Jia Wei, kurasa aku mulai merindukanmu”

Bersambung ke episode 11



Source link

Tinggalkan Balasan