Sinopsis Murphy’s Law of Love episode 10 – part 1 – drakorloverz.com


¬†Sinopsis Murphy’s Law of Love episode 10 – part 1

Marilah kita kembali ke masa sebelum Jia Wei memutuskan untuk menemui Zhi Yu…

Setelah makan siang bersama Xiao Tong, Jia Wei mengantarkan Xiao Tong pulang. Jia Wei berkata kalau dia akan memikirkan nasehat Xiao Tong tadi.

Dan karena masih belum mau berpisah dengan Xiao Tong, Jia Wei langsung mencegah Xiao Tong melepas sabuk pengamannya, mendekatkan wajah mereka lalu berkata…

“Yang tidak kumengerti, kenapa kau tidak cemburu sama sekali?”
“Cemburu? Kenapa aku harus cemburu? Aku tadi jadi dokter cintamu, bukan…”

“Bukan apaku?”

Xiao Tong malu dan akhirnya tidak mau mengatakannya lalu cepat-cepat keluar mobil. Tapi sebelum Xiao Tong pergi jauh, Jia Wei melemparkan salah satu gantungan kunci pasangan yang pernah Xiao Tong hadiahkan padanya. Jia Wei memberikan gantungan tunas dan di gantungan kunci itu, Jia Wei menggantungkan kunci rumahnya.

“Datanglah ke rumahku besok dan buat sarapan”
“Kenapa aku harus melakukannya?”
“Kau tidak mau datang di pagi hari? Kalau begitu datang saja nanti malam”

“Lupakan. Aku akan datang besok pagi saja”

Setelah Xiao Tong pergi, Jia Wei kembali memikirkan nasehat Xiao Tong sampai akhirnya dia memutuskan untuk bertemu dengan Zhi Yu.

Setibanya di tempat janjian mereka, Jia Wei terkejut melihat Zhi Yu sudah datang duluan padahal dulu Zhi Yu tidak pernah datang tepat waktu dan pastinya tidak pernah datang lebih awal.

Zhi Yu mengaku kalau dulu dia selalu berpikir bahwa orang akan selalu menunggunya, tapi sekarang dia bersedia menunggu orang yang benar-benar penting baginya.

Zhi Yu mengaku senang Jia Wei menghubunginya lalu mulai mengalihkan topik membahas tentang masa lalu mereka di tempat ini karena disinilah mereka pertama kali menemukan Polo.

Jia Wei tidak nyaman mendengar Zhi Yu membicarakan masa lalu mereka dan karenanya dia langsung menyela dan mengajak Zhi Yu bicara di tempat lain saja.

Mereka pindah ke sebuah cafe dimana Jia Wei langsung terang-terangan menyatakan bahwa sebaiknya mereka melanjutkan hidup mereka sendiri-sendiri.

Dulu dia memang marah pada Zhi Yu karena pergi tanpa pamit tapi sekarang sudah tidak lagi karena semuanya sudah menjadi masa lalu. Jia Wei mengaku kalau dia ingin bertemu hanya karena dia ingin tahu kenapa Zhi Yu tiba-tiba menghilang sejak malam itu?

Entah apa yang membuat Zhi Yu ragu untuk memberitahukan kecelakaan yang menimpanya malam itu dan hanya memberitahu Jia Wei kalau malam itu dia harus pergi meninggalkan Taiwan.

Tentu saja penjelasannya itu membuat Jia Wei mengira kalau Zhi Yu pergi hanya karena Zhi Yu tidak mau menikah dengannya.

Dalam kilas balik, kita melihat Jia Wei berusaha menghubungi Zhi Yu tapi nomornya Zhi Yu sudah tidak bisa dihubungi. Dia berusaha mencari Zhi Yu di rumahnya tapi rumah itu sudah kosong.

Dia berusaha mencari informasi ke agensinya Zhi Yu tapi disana dia diberitahu kalau Zhi Yu sudah memutuskan kontrak dengan agensinya dan pergi tanpa pamit.

(Hmm… menurutku kecelakaannya Zhi Yu ini agak aneh yah, biasanya kecelakaan mobil kan bakalan jadi berita besar di media, apalagi kecelakaannya artis. Masak iya ga ada yang tahu kalau malam itu ada kecelakaan?)

Zhi Yu meminta maaf pada Jia Wei “Tapi percayalah padaku, aku butuh keberanian besar untuk berdiri dihadapanmu lagi. Aku benar-benar ingin meminta maaf padamu”

Jia Wei tersenyum mendengarnya “Kau tidak perlu minta maaf. Karena kau sudah mengatakan apa yang ingin kau katakan dan aku akhirnya mendapatkan jawaban yang ingin kutahu. Kurasa, kita tidak perlu lagi mencemaskan siapa yang salah. Sekarang, aku sungguh-sungguh berharap kita akan melanjutkan hidup kita sendiri-sendiri”

“Aku tahu. Tapi bagiku, itu tidak akan mudah”

Jia Wei agak heran mendengarnya tapi sebelum dia sempat mempertanyakan apa maksud Zhi Yu, Zhi Yu langsung mengalihkan topik dengan bertanya sekali lagi, bagaimana kabar Jia Wei selama setahun ini?

“Semuanya sudah jadi masa lalu jadi sudah tidak masalah lagi. Tapi sekarang ini… aku sebenarnya cukup bahagia”

Apa karena Guan Xiao Tong, tanya Zhi Yu. Dan Jia Wei langsung membenarkannya. Zhi Yu tentu saja sedih dan kecewa walaupun dia berusaha untuk tetap tabah dan tersenyum.

Saat mereka hendak berpisah, Zhi Yu mengajak Jia Wei salaman sebagai teman. Jia Wei menjabat tangan Zhi Yu dan mengucapkan selamat tinggal.

Flashback,

Kecelakaan yang menimpa Zhi Yu membuat tubuh Zhi Yu cacat dan wajahnya rusak parah hingga dia harus dioperasi plastik. Selama masa perawatannya, dia seorang diri berjuang keras memulihkan dirinya.

Dia mengganti nomor ponselnya tapi pernah suatu hari dia begitu merindukan Jia Wei dan akhirnya memutuskan untuk menelepon Jia Wei dengan nomor barunya.

Dia bahagia mendengar suara Jia Wei tapi saat dia melihat bayangan wajahnya yang diperban, keberaniannya dan kepercayaan dirinya sirna seketika dan akhirnya dia langsung mematikan teleponnya tanpa mengatakan sepatah kata.

Kembali ke masa kini,

Zhi Yu menatap kepergian Jia Wei dengan sedih “Jia Wei. Aku benar-benar butuh keberanian besar”

Zhi Yu meluapkan tangis sedihnya seorang diri sebelum akhirnya dia pergi menemui dokternya yang ternyata Kevin, mantannya Xiao Tong.

Selama ini Zhi Yu menyangka kalau dia pasti akan bisa kembali bersama Jia Wei setelah wajahnya kembali cantik seperti dulu, tapi sekarang dia menyadari kalau mereka tidak akan pernah sama lagi seperti setahun yang lalu.

Kevin terheran-heran mendengar Zhi Yu mengatakan sesuatu semacam itu. Kevin yakin kalau Jia Wei bersikap dingin padanya karena Jia Wei tidak tahu apapun tentang alasan Zhi Yu pergi meninggalkannya. Kevin tidak mengerti kenapa Zhi Yu tidak memberitahukan kebenarannya pada Jia Wei?

“Tentu saja aku ingin memberitahunya. Kukira dia akan menungguku. Kukira segalanya akan tetap sama. Tapi sekarang ini, segala benar-benar berbeda daripada perkiraanku. Kalau aku tidak lagi penting baginya, lalu apa gunanya memberitahukan kebenarannya padanya? Aku tidak butuh belas kasihannya”

“Tapi kau mengalami kecelakaan mobil karena kau ingin kembali menemuinya”

“Jika yang tersisa dari hubungan kami hanya belas kasihan maka hal itu jauh lebih buruk daripada tidak ada cinta”

Mendengar itu, Kevin langsung mengingatkan Zhi Yu akan perjuangannya dalam menyembuhkan dirinya, melatih dirinya dan bakatnya untuk jadi lebih baik agar dia bisa menunjukkan pada Jia Wei kalau dia sudah berubah menjadi lebih baik. Dan Zhi Yu melakukan semua itu tanpa menyerah sedikitpun.

Jika sekarang dia berani memperlihatkan perubahan dirinya pada para fansnya lalu kenapa dia tidak berani melakukan itu dalam hubungan cintanya.

“Dengarkanlah kata hatimu. Operasi plastik mungkin bisa membantu menyembunyikan luka bagian luarmu. Tapi kepercayaan dirimu adalah sesuatu yang harus bisa kau temukan sendiri”

Di sebuah bar, Jia Wei menceritakan pertemuannya dengan Zhi Yu pada kedua sahabatnya. Simon dan Shao Qiang langsung kagum padanya, mereka senang akhirnya Jia Wei bisa melepas masa lalunya. Apa yang Jia Wei lakukan ini benar-benar menunjukkan betapa istimewanya Xiao Tong bagi Jia Wei.

Tiba-tiba Simon mendapat pesan dari Xin Xin. Melihat itu, Shao Qiang yang memang naksir Xin Xin, langsung ngomel-ngomel kesal. Tapi Simon dengan cepat menenangkannya dengan memperlihatkan chattingnya dengan Xin Xin.

Simon chatting dengan Xin Xin ternyata bukan untuk menggoda Xin Xin tapi untuk menjodohkan Xin Xin dan Shao Qiang. Shao Qiang tentu saja langsung bahagia.

Sementara kedua temannya sibuk membicarakan masalah cintanya Shao Qiang, Jia Wei sibuk menatap gantungan kunci wortel miliknya. Dan tiba-tiba saja, dia langsung mengumumkan kalau dia mau pulang duluan. Tapi sebelum pergi, Jia Wei menasehati kedua temannya untuk tidak lupa makan sarapan besok.

Keesokan harinya, Jia Wei bangun jam 5 pagi hanya demi menanti kedatangan Xiao Tong. Dan mumpung Xiao Tong belum datang, Jia Wei menghabiskan waktunya untuk berlatih bagaimana dia harus menyapa Xiao Tong nanti. Tapi sayang, setelah beberapa lama berlatih, dia malah jadi kesal sendiri gara-gara Xiao Tong tidak datang-datang.

Jam 7, Xiao Tong akhirnya tiba dengan membawa sekantong belanjaan. Tapi bukannya mendapat sambutan hangat, dia malah mendapati Jia Wei membungkus dirinya sendiri dalam selimut dan menyambutnya dengan pelototan dan muka masam. Jia Wei kesal karena Xiao Tong datang telat… padahal telatnya cuma 2 menit.

Walaupun membawa bahan-bahan makanan dan berniat memasakkan sarapan untuk Jia Wei, tapi terlebih dulu Xiao Tong memperingatkan Jia Wei bahwa rasa makanan itu subyektif tergantung masing-masing orang, apa yang Jia Wei sukai belum tentu dia sukai dan begitu pula sebaliknya.

“Maksudmu… kau tidak bisa masak sama sekali?” tanya Jia Wei.

Xiao Tong langsung kesal dan malu mendengarnya lalu cepat-cepat mengalihkan perhatian Jia Wei dengan menyuruh Jia Wei mandi lalu cepat-cepat masuk dapur. Walaupun bermuka masam, nyatanya Jia Wei sangat amat bahagia.

Beberapa saat kemudian, Xiao Tong akhirnya mulai masak. Tampak jelas kalau Xiao Tong memang tidak pernah masak, dia bahkan butuh waktu lama untuk mengiris paprika sampai Jia Wei protes, jangan-jangan sarapannya nanti malah jadi makan malam saking lamanya Xiao Tong masak.

Tidak tahan lagi melihat kelambatan Xiao Tong, Jia Wei langsung menggenggam tangan Xiao Tong dari belakang untuk membantunya dan mengajarinya cara mengiris paprika dengan benar dan cepat. Tentu saja kedekatan mereka membuat senyum Xiao Tong langsung merekah.

Saat Xiao Tong masih asyik-asyiknya menikmati kedekatan mereka, Jia Wei tiba-tiba berteriak kesakitan lalu menghisap jarinya.

Xiao Tong cemas, apakah jari Jia Wei teriris? Xiao Tong ingin melihat lukanya Jia Wei tapi Jia Wei malah menggodanya lalu menggenggam tangannya dan menyatakan kalau dia cuma bercanda.

Xiao Tong langsung mengomelinya dengan kesal tapi Jia Wei cepat membungkam protesnya dengan menarik Xiao Tong kedalam pelukannya… menatap Xiao Tong dengan penuh cinta… lalu berkata pada Xiao Tong untuk menyerahkan tugas masak itu padanya saja.

Jia Wei akhirnya menggantikan Xiao Tong masak sementara Xiao Tong menunggu dengan duduk di meja dekat kompor. Karena Xiao Tong menghalangi kompor, Jia Wei langsung memindahkan Xiao Tong ke meja lain dengan membopongnya.

Setelah sarapannya jadi dan mereka baru saja menikmati sarapan mereka, Jia Wei tiba-tiba mendapat telepon dari temannya yang bernama A Da (temannya Jia Wei yang menikah beberapa waktu yang lalu) yang meminta Jia Wei untuk datang ke rumah sakit sekarang.

Cemas, Jia Wei langsung pergi ke rumah sakit yang dimaksud A Da dimana dia juga bertemu Zhi Yu disana. Zhi Yu datang ke rumah sakit itu setelah mendapat kabar dari A Da tentang Xiao Ling (istrinya A Da).

Zhi Yu memberitahu Jia Wei kalau Xiao Ling didiagnosis menderita kanker rahim dan tidak mau dikemoterapi karena takut tidak bisa punya anak.

Mereka berdua bersama A Da kemudian pergi menemui dokter mendiskusikan penyakitnya Xiao Ling. Sementara Xiao Tong terus menunggu kabar dari Jia Wei dengan cemas. Saking cemasnya, Xiao Tong bahkan tidak bisa konsen dengan pekerjaannya.

Tapi setelah beberapa lama, tetap saja tidak ada kabar dari Jia Wei. Siang harinya, Xiao Tong pergi ke kantornya Jia Wei untuk mendiskusikan acara perjodohan mereka. Tapi disana dia hanya mendapati Simon dan Shao Qiang.

Jia Wei ternyata masih setia menemani teman-temannya. Zhi Yu pun sama, dia bahkan menelepon managernya dan memberitahu si manager untuk membatalkan pertemuannya hari ini karena dia masih di rumah sakit. Jia Wei cukup terkejut mendengar Zhi Yu membatalkan pekerjaannya padahal dulu Zhi Yu selalu menomor satukan pekerjaannya.

“Itu dulu. Aku telah kehilangan banyak hal karena karirku di masa lalu. Sekarang, aku tidak sanggup kehilangan apapun lagi. Sekarang ini, A Da dan Xiao Ling sangat membutuhkan dukungan kita. Setidaknya hanya ini yang bisa kita lakukan”

Zhi Yu tidak menyangka kalau A Da dan Xiao Ling yang baru saja menikah, harus menghadapi masalah seperti ini. Jia Wei setuju, memang tidak segala hal sesuai dengan apa yang kita perkirakan. Dan karena itulah kita harus belajar untuk menghargai apa yang kita miliki saat ini.

Zhi Yu tiba-tiba teringat kalau dulu mereka juga pertama kali bertemu di rumah sakit saat A Da sakit, sama seperti sekarang ini. Zhi Yu dan Jia Wei terus membicarakan masa lalu mereka tanpa menyadari kalau Xiao Tong sebenarnya  diam-diam mendengarkan percakapan mereka di balik tembok.

Bersambung ke part 2



Source link

Tinggalkan Balasan